Social Icons

Pages

Tuesday, March 5, 2013

Ilmu Tentang Doa



Doa menjadi jalan keselamatan, tangga pengantar, sesuatu yang dituntut oleh orang-orang yang berilmu pengetahuan, kendaraan orang-orang shalih, tempat berlindung bagi kaum yang terzalimi dan tertindas. Doa juga merupakan wasilah sebuah nikmat yang diturunkan dan dengan doa pula murka Allah dihindarkan. Alangkah besar kebutuhan para hamba Allah akan doa. Seorang muslim tidak akan pernah bisa lepas dari kebutuhannya terhadap doa dalam setiap situasi dan kondisinya.

Doa menjadi obat yang paling mujarab, ia ibarat musuh bagi penyakit, ia senantiasa melawan, menghilangkan atau meringankannya. Begitulah kedudukan doa, seyogyanya bagi seorang muslim untuk mengetahui keutamaan-keutamaan dan adab-adab doa, kita memohon kepada Allah agar menerima doa dan amal sholeh kita.

Pengertian Doa Secara bahasa, berarti meminta atau memohon dengan sepenuh hati.Sedangkan menurut istilah syar’i, berarti permohonan seorang hamba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati. Dan diartikan pula dengan pensucian, pemujaan dan semisalnya. (lihat syuruthu ad-du’a wa mawani’u al-ijabah, karya Syaikh Sa’id bin Ali Al-Qohthoni, hlm. 5).

Doa adalah ibadah

Segala sesuatu kebaikan yang dicintai dan diridhoi Allah adalah merupakan ibadah.kita berdoa adalah melakukan sebuah amal kebaikan seperti kita beristigfar,melakukan sholat ,haji dan lainnya yang dengan itu kita merasa takut,takut dan berharap mendapatkan pahala .dan yang terpening adalah kita berdoa hanya semata mata meminta kepada Allah tanpa selain-Nya
Doa semacam ini tidak boleh diarahkan kepada selain Allah ta’ala. Barangsiapa mengarahkannya kepada selain Allah, maka ia telah jatuh pada kekafiran akbar yang menyebabkannya keluar dari agama Islam dan masuk ke dalam neraka. Sebagaimana firman Allah ta’ala:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (60)
 “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [berdoa kepada-Ku] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS. Al-Mu’min / Ghafir: 60)

Doa adalah permohonan

Yaitu seorang hamba memohon apa saja yang bermanfaat seperti datangnya kebaikan dan kemaslahatan atau tercegahnya keburukan dan kemudharatan, dan memohon segala kebutuhan.
Hukum doa semacam ini ada dua:

Pertama: Boleh, apabila seorang hamba memohon kepada orang lain yang masih hidup dan ada di hadapannya dalam hal-hal yang mampu dilakukan oleh orang tersebut, seperti mengatakan kepadanya, ‘Tolong ambilkan air minum untukku, atau berilah aku makanan’ atau perkataan yang semisalnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:
مَنِ اسْتَعَاذَ بِاللَّهِ فَأَعِيذُوهُ وَمَنْ سَأَلَ بِاللَّهِ فَأَعْطُوهُ وَمَنْ دَعَاكُمْ فَأَجِيبُوهُ
“Barangsiapa memohon perlindungan (kepadamu) dengan menyebut nama Allah maka lindungilah ia. Barangsiapa meminta (kepada kalian) dengan menyebut nama Allah maka berilah ia. Barangsiapa mengundang kamu maka penuhilah undangannya,…dst.” (HR. Abu Daud I/524 no.1672, an-Nasa-i V/82 no.2567, dan Ahmad II/68 no.5365, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma)

Kedua: Haram, yaitu apabila seorang hamba memohon kepada makhluk dalam hal-hal yang tidak mampu dilaksanakan kecuali oleh Allah semata, seperti mengatakan, ‘Wahai tuanku, atau wahai syaikh/kiyai, atau wahai pembesar jin, sembuhkanlah penyakitku, lapangkanlah rezkiku, kembalikan barang yang telah hilang dariku, berilah aku jodoh dan anak, selamatkan aku dari bencana’, maka ini adalah kekufuran dan kesyirikan yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam, walaupun makhluk yang diminta doa tersebut masih hidup dan ada dihadapan kita. Allah ta’ala berfirman:
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (17)
“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.(QS. Al-An’aam: 17)

Untuk itu marilah kita senantiasa beristiqomah untuk berdoa kepada yang penguasa jagag raya ini,Allah SWT.Janganlah karena kelambatan pemberian karunia dari Allah sedangkan engkau telah bersungguh sungguh berdoa, membuat kamu berputus asa. Sebab Allah telah menjamin untuk mengabulkan semua doa, menurut apa yang dipilihNya untuk kamu , bukan menurut kehendakmu, pada waktu yang ditentukan oleh Nya bukan waktu yang kamu tentukan.

Wednesday, February 27, 2013

Makna Shahadat



Islam terbentuk oleh lima pondasi yang termaktub dalam rukun islam yang lima.shahadat,sholat,zakat ,puasa dan haji bagi yang mampu.sahadat ditempatkan pada pondasi utama karena akan menjadi syarat pondasi akan diterima.untuk itu mengerti dan memahami makna shahadat adalah wajib bagi kita sebagai seorang muslim.

Pembaca yang dirahmati Allah diantara kita tentunya pernah mendengar kisah diutusnya Muadz Bin Jabal oleh Rosulllah, untuk meng-islam-kan sekelompok orang yang tinggal di negeri Yaman. Sebelum Sahabat Mu’adz bin Jabal berangkat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada Mu’adz : “Ajaklah mereka agar mau bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwasanya aku adalah utusan Allah. Apabila mereka telah melakukan hal tersebut (bersyahadat) maka beritahulah kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka solat lima waktu sehari semalam. Lalu apabila mereka telah melakukan hal tersebut, maka beritahulah kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mensedekahkan harta mereka, yang sedekah tersebut diambil dari orang-orang kaya dari mereka, dan diberikan kepada orang-orang miskin dari mereka” (HR. Bukhori)
Shahadat adalah sebuah persaksian seseorang yang,diyakini dengan hati yang paling dalam,di ucapkan dengan lisan dan disampaikan kesaksian tadi kepada yang lain.

Syahadat dalam islam berbunyi Asyhadu alla ilaaha illallah wa Asyahadu anna Muhammadar Rasulullah
Shahadat tersebut mempunyai makan sebagai berikut:

Asyhadu alla ilaaha illallah artinya aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Dalam syahadat ini terdapat penafian (penolakan) sesembahan selain Allah dan penetapan bahwa sesembahan yang benar hanya Allah. Adalah sebuah kenyataan bahwasanya di dunia ini terdapat banyak sesembahan selain Allah. Ada orang yang menyembah kuburan, pohon, batu, jin, wali, dan lain-lain. Akan tetapi semua sesembahan tersebut tidak berhak untuk disembah, yang berhak disembah hanya Allah.
Allah berfirman (yang artinya): “Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah Dialah (tuhan) yang haq dan Sesungguhnya segala sesuatu yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil. Dan Sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Hajj: 62). Allah juga berfirman (yang artinya): “Maka barangsiapa yang ingkar kepada sesembahan selain Allah dan beriman pada Allah, sungguh dia telah berpegang pada tali yang sangat kuat.” (QS. Al Baqarah:256)

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah artinya aku bersaksi bahwasanya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Rasul Allah. Rasul adalah seseorang yang diberi wahyu oleh Allah berupa syari’at dan ia diperintahkan untuk mendakwahkan syari’at tersebut (Syarah Arba’in an Nawawiyah, Syaikh Al ‘Utsaimin). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya! Tidaklah mendengar kenabianku salah seorang dari umat ini, baik itu Yahudi atau pun Nasrani, lalu ia meninggal sementara ia tidak beriman dengan apa yang aku bawa, kecuali ia akan termasuk penduduk neraka” (HR. Muslim)

Perlu diingat, selain beliau adalah seorang Rasul Allah, beliau juga berstatus sebagai Hamba Allah. Di satu sisi kita harus mencintai dan mengagungkan beliau sebagai seorang Rasul, di sisi lain kita tidak boleh mengagungkan beliau secara berlebihan. Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku hanyalah hamba, maka sebutlah: hamba Allah dan Rasul-Nya.

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tidak boleh kita anggap memiliki sifat-sifat yang berlebihan, atau memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah, semisal: menganggap beliau mengetahui perkara yang ghaib, mampu mengabulkan do’a, mampu menghilangkan kesulitan kita, dan lain-lain.
Saudaraku yang dimulyakan Allah,tidak ada kata yang penulis harapkan kecuali ridho Allah semoga setelah kita membaca postingan ini tergerak hati kita untuk bertambah yakin dengan kemuliaan shahadat ini dan mengamalkan dalam semua aspek kehidupan kita.dan perlu diketahui shahadat juga bisa menjadi batal jika melakukan amalan-amalan yang bisa membatalkannya.insyaallah di lain waktu akan kita bahas hal yang membatalkan shahadat.

Tuesday, February 26, 2013

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq



Dalam sejarah kebesaran islam tak luput dengan kisah tentang khulafa ar rosyidin,yang terdiri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq,Umar Bin Khatab,Ustman Bin Affan Dan Ali Bin AbuTholib,keempat sahabat tersebut adalah sahabat yang di jamin masuk surga dan juga sangat berperan penting dalam perkembangan islam,pada kesempatan kali ini pembaca akan diajak untuk mengetahui lebih dalam tentang sahabat Abu Bakar Assidiq.

Beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib Al-Qurasyi At-Taimy. Nasab beliau bertemu dengan nasabnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kakek keenam yaitu Murrah bin Ka’ab.

Bapak beliau, Utsman bin Amir, akrab dipanggil Abu Quhafah. Ibu beliau adalah Ummul Khair yaitu Salma binti Shohr bin Amir. Berarti sang ibu adalah putri pamannya (sepupu) bapak. Beliau dilahirkan dua tahun enam bulan setelah Tahun Gajah.

Di masa jahiliah Abu Bakar dikenal sebagai seorang yang jujur, berakhlak mulia, dan mahir dalam berdagang. Hal ini diketahui oleh semua manusia sehingga beliau sering didatangi para pemuda Quraisy untuk diminta keterangan tentang ilmu pengetahuan, strategi berdagang, dan sopan santunnya. Selain itu, beliau juga termasuk salah satu dari ahli nasab Quraisy hingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan,

“Sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang Quraisy yang paling mengetahui tentang nasab mereka.” (HR. Muslim, 2490)
Rosulullah memberi gelar abu bakar dengan alasan karena cepatnya dia masuk Islam (assaabiquunal awwaluun, yakni golongan pertama yang masuk Islam). Sedang Ash Shiddiq yang berarti ‘amat membenarkan’ adalah gelar yang diberikan kepadanya lantaran ia segera membenarkan Rasulullah SAW dalam berbagai peristiwa.

Banyak kisah tentang sahabat yang satu ini yang salah satu diantaranya sebagaimana tercantum dibawah ini :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada orang-orang (para sahabat). Beliau mengatakan, “Sesungguhnya Allah memberikan tawaran kepada seorang hamba; antara dunia dengan apa yang ada di sisi-Nya. Ternyata hamba itu lebih memilih apa yang ada di sisi Allah.”
Beliau -Abu Sa’id- berkata: “Abu Bakar pun menangis. Kami merasa heran karena tangisannya. Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan ada seorang hamba yang diberikan tawaran. Ternyata yang dimaksud hamba yang diberikan tawaran itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memang, Abu Bakar adalah orang yang paling berilmu di antara kami.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berjasa kepadaku dengan ikatan persahabatan dan dukungan hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang Khalil -kekasih terdekat- selain Rabb-ku niscaya akan aku jadikan Abu Bakar sebagai Khalil-ku. Namun, cukuplah -antara aku dengan Abu Bakar- ikatan persaudaraan dan saling mencintai karena Islam. Dan tidak boleh ada satu pun pintu yang tersisa di [dinding] masjid ini kecuali pintu Abu Bakar.”
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, di Kitab Fadha’il ash-Shahabah (lihat Syarh Nawawi Juz 8 hal. 7-8)

Keutamaan

Tidak ada seorang  lelakipun yang memiliki keutaman sebanyak keutamaan Abu Bakar Radhiallahu’anhu
1. Abu Bakar Ash Shiddiq adalah manusia terbaik setelah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam dari golongan umat beliau
Ibnu ‘Umar Radhiallahu’anhu berkata:
كنا نخيّر بين الناس في زمن النبي صلى الله عليه وسلم ، فنخيّر أبا بكر ، ثم عمر بن الخطاب ، ثم عثمان بن عفان رضي الله عنهم
Kami pernah memilih orang terbaik di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Kami pun memilih Abu Bakar, setelah itu Umar bin Khattab, lalu ‘Utsman bin Affan Radhiallahu’anhu” (HR. Bukhari)

Monday, February 25, 2013

Birulwalidain Dalam Islam



Mari kita melihat keberadaan kita didunia yang jelas merupakan kehendak Allah,tetapi setidaknya itu semua melalui sebuah proses dalam proses itu kita tahu ada pihak bapak dan ibu kita yang berperan dalam melahirkan dan membesarkan serta mendidik kita sebagai seorang anak.seorang ibu berjuang dengan gigih selama 9 bulan mengandung dan 2 tahun menyusui memberikan perhatian dengan kasih sayang ,dan seorang ayah gigih berjuang mencari nafkah untuk membahagiaakan seorang istri dana anak anaknya,mereka berdua adalah segalanya bagi seorang anak hingga anak menjadi besar dan menjadi sukses walaupun diantara kita udah ada yang usia tua tapi jikalau kita masih punya orang tua maka status kita adalah tetap sebagai anak dan mempunya kewajiban berbakti kepada orang tua kita sebagaimana perintah Allah dalam alquran dibawah ini

Allah berfirman:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah pada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman: 14)

Ibadah kita kepada allah merupakan segala amalan kebaikan yang diridhoi Allah dan ternyata sikap birulwalidain adalah merupakan slah stu amalan yang dicintai Allah SWT sebagimana hadist rosulullah
Dari Abdullah Bin Mas’ud berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah: Amalan apakah yang dicintai oleh Allah Beliau menjawab: Sholat pada waktunya. Aku bertanya lagi: Kemudian apa Beliau menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi: Kemudian apa Beliau menjawab: Jihad dijalan Allah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Kita beribadah kepada Allah senantiasa diikuti dengan perasaan takut,cinta dan berharap dan dilandasi dengan ikhlas,berbuat buat baik kepada orang tua akan mendapatkan pahala yang besar dan didunia dan akhirat .balaasan dinuia diantaranya bisa kita lihat dengan berdasar pada hadist rosulullah
Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah bersabda: Berbaktilah kepada bapak-bapak kamu niscaya anak-anak kamu akan berbakti kepada kamu. Hendaklah kamu menjaga kehormatan niscaya istri-istri kamu akan menjaga kehomatan. (HR. Ath-Thabrani dengan sanad hasan).
Jikalau kedua orang tua kita masih hidup birulwalidain bisa kita lakukan dengan berbagai hal yang membuat kedua orang tua kita senang diantaranya sebagai berikut :
·         Mengajak orang tua untuk tetap berpegang teguh di dalam agama islam
·         Mengajak orang tua menjauhi perbuatan syirik
·         Mengajak orang tua perpegang teguh terhadap sunnah rosul
·         Memanggil mereka dengan rasa hormat dan suara lemah lembut tidak ketus
·         Mentaati perintahnya sepanjang tidak bertentangan dengan syariat islam
·         Membantu mereka dengan harta dan mencukupi kebutuhan nya
·         Mendoakan mereka agar senantiasa mendapat hidayah dan kebahagian dunia akhirat dan lainnya
·         Dan selainnya
Kemudian bagaimana jika orang tua kita sudah meninggal bagaimana cara kita berbakti pada mereka,rosulullah mengajarkan sebagai berikut
Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi berkata: Ketika kami sedang duduk dekat Rasulullah , tiba-tiba datang seorang laki-laki dari (suku) Bani Salamah lalu berkata: Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang aku dapat lakukan untuk berbakti kepada kedua orangtuaku setelah keduanya wafat Beliau bersabda: Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampum untuk keduanya, menunaikan janji, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban di dalam sahihnya)
Demikianlah sekelumit tentang Birulwalidain semoga bisa bermanfaat bagi saudaraku semua amin.

Tanda Tanda Kiamat



Beberapa bulan lalu tepatnya  23 desember  2012 kita digenparkan dengan adanya berita yang datang dari belahan benua amerika tepatnya mexico,dari sebuah suku kecil yang dikenal dengan sebutan suku maya,memberitakan adanya hari kiamat atau kehancuran dunia akan terjadi pada tanggal 23 december 2012,sentak seluruh masyarakat dunia menyikapi dengan berbagai hal berbeda bahkan juga orang muslim ada yang ikut ikutan percaya dengan kabar itu.

Kiamat sebuah kata yang bila setiap orang mendengarnya pasti akan berpikir tentang bencana yang maha dasyat yang menghancurkan seluruh yang ada di jagad raya ini,sebagai seorang muslim wajib menyakini bahwa hari kiamat pasti akan datang, tetapi kita harus tahu bahwa tidak ada satupun dari manusia,jin,dan manusia dan seluruh mahluk Allah yang mengetahui kapan hari yang dijanjikan itu akan terjadi dan ahnya Allah Yang tahu tentang itu,sebagaimana firman Allah.

Dalam Al Qur’an Surat Al A’raf ayat 187 Allah berfirman:
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

Saudaraku kkiamat itu mempunyai tanda tanda yang harus kita ketahui,diantara tanda kiamat itu ada tanda yang menunjukan bahwa kiamat itu masih  jauh dan ada tanda kiamat yang menunjukan kiamat sudah dekat ,selanjutnya aka kita jabarkan dari tanda tanda kecil dan besar.

Di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah muncul banyak fitnah, banyak terjadi pembunuhan, perbuatan hina merajalela, perbuatan keji dan kemungkaran semisal zina, minum arak, perjudian, merasa bangga dengan perbuatan buruk dilakukan secara terang-terangan. Sehingga, orang yang berpegang teguh pada agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.

Demikianlah pula termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah dicabutnya ilmu, kebodohan nampak, kuantitas kaum perempuan banyak sekali, kaum laki-laki hanya sedikit, sutra banyak dipakai, banyak orang menjadi penyanyi, seseorang melewati kuburan orang lain, lalu dia berkata, “Seandainya saja aku berada di posisi dia.”

Termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah muncul para dai yang menyesatkan, para pemimpin yang menyimpang, amanat disia-siakan dengan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Demikian pula minimnya kebaikan, jarang hujan, sering terjadi gampa, banjir, harga-harga barang melangit, kaum perempuan keluar dengan menanggalkan pakaian, berpakaian tapi telanjang.

Di samping itu, termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah terjadinya peperangan yang menentukan antara kaum Yahudi dan kaum muslimin. Akhirnya kaum muslimin membunuh mereka sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu pohon atau batu tersebut berbicara, “Wahai orang muslim, wahai hamba Allah! Ini orang Yahudi di belakang saya. Kemarilah, bunuh dia!” Kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya pohon Gharqad termasuk pohon orang Yahudi.

Di samping itu, termasuk tanda-tanda kiamat kecil ialah waktu berjalan terasa cepat, sehingga setahun seakan-akan hanya sebulan, sebulan seakan-akan hanya satu jam, dan satu jam bagaikan bara api yang membakar.

Termasuk pula di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah menyia-nyiakan shalat, menuruti hawa nafsu, Orang pendusta dibenarkan, dan orang yang jujur didustakan, orang yang berkhianat dianggap dapat dipercaya, orang yang dapat dipercaya dianggap berkhianat. Alquran menjadi lenyap. Yang tersisa hanyalah tulisannya, mushaf-mushaf dihias dengan emas, kaum perempuan jadi pembicara, dan masjid-masjid juga dihias.

Tanda kiamat dekat :

Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”. Lalu Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”.
(H.R Muslimi)

Terbitnya matahari dari arah barat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kiamat tidak akan datang sebelum matahari terbit dari arah Barat. Apabila orang-orang melihat hal ini, maka semua orang yang ada di atasnya beriman. Hal ini pada saat tidak berguna lagi iman seseorang yang memang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu.”

Pembaca yang dirahmati Allah ,semua yang ada pasti kan berakhir siapkanlah diri kita masing masing ,keluarga dan saudara kita untuk membekali diri dengan iman ,islam dan iksan kebahagiaan yang abadi adalah kebahagiaan akhirat nanti,kebahagiaan yang tiada ujung dipenuhi nikmat surge yang mengalir sungai sungai dibawahnya.semoga kita semua dijadikan para ahli surge dalam naungan kasih sayang sang pencipta amin.