Social Icons

Pages

Sunday, September 8, 2013

keutamaan ibadah Haji



Diantara limpahan rahmat Allah kepada hambanya adalah diberikannya rejeki yang banyak baik berupa harta kekayaan dan juga kesehatan.bagi siapa saja yang mendapatkannya hendaknya bersyukur kepada Allah SWT .sebagaimana kita ketahui rukun islam yang ke 5 yaitu Haji adalah merupakan sebuah kewajiban bagi seorang muslim yang sudah mampu melaksanakannya.yang dianggap mampu mempunyai pengertian mampu dari segi financial,kesehatan,dan kondisi keamanan.

Ibadah haji akan memberikan banyak pelajaran bagi prang yang mengerjakanya karena didalam manasik haji yang dikerjakan mempunyai banyak fadhilah dan keutamaan,tak heran dinegara kita yang penduduknya semakin sejahtera ibadah haji semakin tambah tahun semakin banyak kaum muslimin yang mendaftar haji hal ini menyebabkan kita harus bersabar menunggu bertahun tahun karena adaya keterbatasan kuota haji dari Negara Saudi.

Pada postingan kali ini akan memberikan beberapa fadhilah dan keutamaan ibadah haji dengan harapan bisa memberikan motivasi dan dorongan bagi para jamaah haji yang akan berangkat ditahun ini agar bersungguh sungguh dalam melaksanakan haji sehingga bisa menjadi haji mabrur dan sekaligus penulis berharap tulisan ini semakin memberikan semangat bagi kaum muslimim yang belum bisa berangkat agar semakin giat menabung agar impian menjadi haji bisa secepatnya terwujud.diantara keutamaan ibadah haji adalah sebagai berikut:

1.Ibadah Haji adalah amalan yang paling Afdhol
Pekerjaan ibadah kita sehari hari akan menjadi bekal di hari kelak nanti,agar kita menjadi orang yang selamt dunia akhirat,dan diantara amalan tersebut terdapat amalan yang paling afdhol yaitu haji sebagaimana hadist dibawah ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
 “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

2.Ibadah haji menjauhkan kefakiran dan menjadi penghapus dosa
Sebagai manusia kita pasti menginginkan jauh dari kefakiran dan berharap diberi kecukupan baik jasmani maupun rohani.sehingga kita terkadang untuk menjauhkan diri dari semua itu selalu kerja keras untuk mendapatkan yang kita inginkan dalam proses mendapatkan itu semua tak jarang kita melakukan maksiat baik kepada sesame ataupun kepada Allah yang berakibat dosa bagi pelakunya ,insyaallah dengan haji kefakiran akan jauh dari kita dan dosa bisa terampuni, Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

3.melaksanakan haji termasuk kategori  jihad
Seorang muslim jika melaksanakan ibadah haji, maka dia telah masuk dalam katagori jihad. Sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anh  bahwa beliau bertanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam:
هَلْ عَلَى المَرْأةِ مِنْ جِهَادٍ, فَقَالَ عَلَيْكُنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيْهِ الْحَجُّ
“Apakah wanita itu wajib berjihad? Maka beliau bersabda: “ Kalian  wajib berjihad yang tidak pakai perang, yaitu haji.”

4.Doa orang yang berhaji akan terkabul
 Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ
Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

5.Pahala terbesar bagi haji mabrur adalah surga.
Sesungguhnya haji merupakan jalan menuju syurga dan membebaskan diri dari api neraka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda :

اَلْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ اِلاَّ الْجَنَّةَ

“ Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali syurga. “ (HR. Bukhari dan Muslim)
Begitu luar biasa pahala dari berhaji. Semoga kita pun termasuk orang-orang yang dimudahkan oleh Allah untuk menjadi tamu-Nya di rumah-Nya. Semoga kita dapat mempersiapkan ibadah tersebut dengan kematangan, fisik yang kuat, dan rizki yang halal.

Thursday, July 18, 2013

Hikmah Nuzulul Quran



Allah menciptakan manusia didunia sebagai seorang khalifah,diantara mereka ada yang terpilih menjadi nabi dan rosul,mereka bertugas mengajak manusia untuk senantiasa berada dijalan Allah.untuk itu Allah menurunkan beberapa kitab suci ataupun wahyu kepada para rosulNya,Zabur diturunkan kepada Daud AS,Taurat diturunkan Kepada Musa AS,Injil kepada Isa AS Dan Alquran di turunkan kepada penutup para nabi yaitu Muhammad SAW sebagai mukjizat yang paling agung.sebagai petunjuk jalan yang lurus dan penerang untuk menjalani kehidupan didunia dan bekal untuk diakhirat.

Peristiwa diturunkannya alquran lebih kita kenal dengan Nuzulul Quran yang sering diperingati pada tanggal 17 ramadhan.hal ini mengacu kepada peristiwa kali pertama rosululloh menerima wahyu di dua Hira.walau masih ada beberapa ulama lain yang mengatakan bahwa nuzulul quran jatuh pada tanggal 21 ramadhan.
Alquran diturunkan secara bertahap,Al-quran diturunkan dari lauhil mahfudz kelangit dunia diturunkan sekaligus 30 juz berdasar kepada kata Anzala sebagaimana tersirat dalam ayat berikut ini.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * - الدخان : 3 –
Sesumgguhmya Kami menurunkan ( Al-Qur’an ) pada malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan “.( QS. Al-Dhukhan : 3 )
Firman Allah SWTSurat Al-Baqarah : 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ * - البقرة : 185 -
“ Bulan Ramadhan bulan yang didalmnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil “ ( QS. Al-Basqarah : 185 ).

sedangkan dari langit bumi kepada Nabi Muhammad diturunkan secara berangsur angsur atau surat persurat berdasar pada kata nazala
Firman Allah SWT surat al-Isra’ : 106
وَقُرْءَانًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا * – الإسراء : 106_
Dan Al-Qur’an telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur, agar kamu membacanya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian-demi bagian . “ ( QS. Al-Isra’ : 106 ).
Dan Firman Allah SWT surat Al-Furqan : 32
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا * – الفرقان : 32 –
Berkatalah orang-orang kafir : “ mengapa Al-Qur’an tidak dirunkan kepadanya sekali turun saja ? Demikian supaya Kami perkuat hatimu dengannya, dan Kami membacakannya kelompk demi kelompok “. ( QS. Al-Furqon : 32 ).
dengan tujuan untuk menguatkan hati rosululloh,mengikuti kejadian kejadian ataupun peristiwa sampai allah menyempurnakan agama ini dan mencukupi nikmat nikmatnya.
Alquran adalah Kalammullah yang dengannya kita bertilawah.tilawah ini mengandung unsur ungkapan seorang hamba kepada Allah dan ungkapan Allah kepada hambanya,hal ini merupakan salah satu komunikasi yang sangat kuat.hal ini bisa di jadikan indikasi seberapa besar hubungan Allah dengan kita sebagaimana ungkapan Ibnu Qoyim  “Jika kamu ingin mengetahui cinta Allah kepadamu dan kepada selainmu,maka,pertama,lihatlah volume cintamu kepada kalamNya Yaitu alquran di hatimu,kedua,seberapa besar volume kenikmatanmu dan keasyikanmu ketika mendengar lantunan Firman Nya.sudahkah keasyikan para pecandu music dan nyanyian tatkala diperdengarkan?sesungguhnya merupakan hal yang wajar,bahwa barang siapa yang mencintai seorang kekasih maka suara dan pembicaraan kekasihnya adalah sesuatu yang sangat dicintainya” (Al-Fikr At=Tarbawi ‘Inda Ibnil Al-Qoyyim)

Untuk itu alquran harus kita jaga dan dirawat,kita pelajari dengan sungguh sungguh diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan dan sekaligus kita wariskan kepada anak keturunan kita,dan di ajarkan kepada yang lain, hal ini pastilah butuh perjuangan dan pengorbanan yang harus kita yakini pasti ada imbalan yang luar biasa didalamnya berupa pahala dari Allah SWT.

Membaca alquran adalah ibadah,yang akan memberikan keutamaan dan fadhilah bagi kita diantaranya adalah :

1.orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat nantinya berdasarkan sabda Rasulullah saw bersabda: ”Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (H. R. Muslim). Tentunya tidak hanya sekedar membaca, juga mengamalkannya. Namun demikian, tanpa membaca al-Qur’an maka tidak mungkin kita mengamalkannya. Selain Rasulllah saw, tidak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepada seseorang pada hari hisab, kecuali al-Qur’an yang dibaca selama ia hidup di dunia.

2.Rasulullah saw menegaskan bahwa orang yang terbaik di antara manusia adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sesuai dengan sabdanya, ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (H.R. Bukhari). Oleh karena itu, orang yang terbaik di dunia ini bukanlah orang yang punya memiliki harta yang melimpah, jabatan maupun pangkat yang tinggi. Namun, disisi Allah Swt orang terbaik itu adalah orang yang mau belajar al-Qur’an dan mengajarkan kepada orang lain.

3.orang yang membaca dan mendengar Al-Qur’an akan mendapatkan sakinah, rahmah, doa malaikat dan pujian dari Allah. Nabi saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim).
Pada kesempatan bulan ramadhan ini marilah kita manfaatkan dengan bertilawah mngkaji dan mentadaburi alquran sehingga akan bermanfaat bagi kita didunia dan akhirat.semoga bermanfaat.

Sunday, July 14, 2013

Rahasia Kemuliaan Malam Lailatul Qadar



Allah telah memberikan kebaikan kepada seluruh ciptaannya diantaranya .sebagaima allah menciptakan malam dan siang .Allah memuliakan siang 10 hari diawal bulan dzulhijah dan memuliakan 10 malam terakhir dibulan ramadhan.apakah yang gerangan yang terjadi diakhir bulan ramadhan ? tentunya kita tahu karna pada 10 malam terakhir dibulan ramadhan terdapat satu malam yang mempunyai kemuliaan lebih dari 1000 bulan yaitu malam lailatul qadar.
Malam itu adalah malam dimana Alquran sebagai panutan umat manusia diturunkan, Ibnu ‘Abbas dan selainnya mengatakan, “Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” ( tafsirAl Qur’an Al ‘Azhim, 14: 403).
Malam lailatul qadar menjadi lautan berkah bagi yang mendapatkannya .maka berlombalah untuk bertemu dengan malam lailatul qadr ,Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3).
Pada malam itu dunia tersa sempit dipenuhi oleh para malaikat dan juga Malaikat jibril sebagaimana firman Allah Keistimewaan Lailatul Qadar ditandai pula dengan turunnya malaikat. Allah Ta’ala berfirman,
 Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (QS. Al Qadar: 4)
Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Karena sekali lagi, turunnya malaikat menandakan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membacakan Al Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis dzikir -yaitu majelis ilmu-. Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407)
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4).
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki. Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhahhak dan ulama salaf lainnya.
Namun perlu dicatat -sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah­ dalam Syarh Muslim (8: 57)- bahwa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Takdir ini nantinya akan ditampakkan pada malikat dan ia akan mengetahui yang akan terjadi, lalu ia akan melakukan tugas yang diperintahkan untuknya.
Allah memberikan keselamatan pada malam itu hingga terbit fajar ,dan juga memberikan ampunan bagi siapa yang melakukan sholat dimalam lailatul qadr sebagaimana hadist berikut
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)
Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan bahwa yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya’. (Fathul Bari, 4: 251)
Ya Allah, mudahkanlah kami meraih keistimewaan Lailatul Qadar dengan bisa mengisi hari-hari terakhir kami di bulan Ramadhan dengan amalan shalih.
Aamin Yaa Mujibas Saa-ilin.

Saturday, July 13, 2013

Tips Berbuka Puasa



Sesuatu yang paling ditunggu bagi setiap orang yang sedang perpuasa adalah saat berbuka puasa.ketika adan magrib berkumandang terasa kebahagian datang menjemput barokah yang terdapat di dalam buka puasa tersebut.tentunya anda ingin buka puasa lebih berkesan dan mendapat pahala,untuk itu ikuti tip berbuka menurut Rosululloh.

1.Menyegerakan waktunya.
Ini bukan berarti mendahului waktu yang telah diatur dalam syariat yaitu setelah masuk magrib,tapi ketika batas waktu magrib datang bersegeralah berbuka.tapi ingat kita sering dengar orang bilang “ayo,,,batalkan puasa dulu udah maghrib lho”.ini kata kata yang biasa tapi bisa berakibat fatal karena ada niat untuk membatalkan puasa.tapi yang paling tepat “ayo buka puasa dulu”..jadi niat yang tersirat adalah berbuka.pastinya anda pingin tahu dalilnya kan?simak di bawah ini

 Diriwayat oleh At-Tirmidzi, dari hadits Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- dari nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berfirman : Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling menyegerakan berbuka” (Hadits ini dihasankan oleh Attirmidzi dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

2.Berdoa setelah berbuka
Diantara berkah berbuka kita akan dikabulkan doanya ,sebagaimana hadist dibawah ini menjelaskan.
ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم
Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak, orang yang berpuasa ketika berbuka, penguasa yang adil dan orang yang dizhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)
Terus bagaimana
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/
(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma. Pada awal hadits terdapat redaksi, "Abdullah bin Umar berkata, 'Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah berbuka puasa, beliau mengucapkan ….(lihat hadits sebelumnya)'"

Yang dimaksud dengan  أَفْطَرَ إِذَا adalah "apabila setelah makan atau minum". Dari sisi lughoh (bahasa), kata أَفْطَرَ menggunakan fi'l madhi yaitu bentuk kata kerja lampau. Maka diartikan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "telah berbuka". Berdasarkan tinjauan ini, maka diambil kesimpulan do'a dibaca setelah berbuka puasa yang menandakan bahwa orang yang berpuasa tersebut telah "membatalkan" puasanya pada waktunya (yaitu ghurubus syams/terbenamnya matahari). Oleh karena itu doa ini tidak dibaca sebelum makan atau minum saat berbuka. Sebelum makan tetap membaca basmalah, ucapan "bismillah"

3. Berbuka Puasa Dengan Buah Rutab, Tamar Atau Air.
Rutab adalah buah kurma yang masak dan tidak dikeringkan. Ia lembut dan manis. Tamar pula adalah buah kurma yang telah dikeringkan sebagaimana yang banyak terjual di pasaran. Berbuka puasa dengan buah rutab, tamar atau air merupakan sunnah Nabi SAW Anas bin Malik r.a berkata: 

حَدّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، حَدّثَنَا عَبْدُ الرّزّاقِ، حَدّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيّ، أَنّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: «كَانَ رَسُولُ اللّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلّـِيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ، فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ»

(Imam Abu Dawud berkata) 'Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Hanbal, (Dia Ahmad bin Hanbal berkata) 'Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq, (Dia Abdurrazaq berkata), 'Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Sulaiman, (Dia Ja'far bin Sulaiman berkata), 'Telah mengabarkan kepada kami Tsabit al-Bunaniy, bahwa dia telah mendengar dari Anas bin Malik (radhiallahu'anhum) berkata, "Rasulullah Shallallahu'alahi wassalam berbuka dengan beberapa ruthob (Kurma matang namun masih basah) sebelum melakukan sholat, jika tidak ada Ruthob maka dengan beberapa Tamr (kurma matang kering), jika itu tidak ada maka beliau meminum air beberapa kali tegukan.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah memberikan penjelasan tentang hadits di atas, beliau berkata, "Cara Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam yang berbuka puasa dengan menyantap kurma atau air mengandung hikmah yang sangat mendalam sekali. Karena saat berpuasa lambung kosong dari makanan apa pun. Sehingga tidak ada sesuatu yang amat sesuai untuk liver (hati) yang dapat disuplay langsung ke seluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi, selain kurma dan air. Karbohidrat yang ada dalam kurma lebih mudah sampai ke liver dan lebih cocok dengan kondisi organ tersebut. Terutama sekali kurma masak yang masih segar. Liver akan lebih mudah menerimanya sehingga amat berguna bagi organ ini sekaligus juga dapat langsung diproses menjadi energi. Kalau tidak ada kurma basah, kurma kering pun baik, karena mempunyai kandungan unsur gula yang tinggi pula. Bila tidak ada juga, cukup beberapa teguk air untuk mendinginkan panasnya lambung akibat puasa sehingga dapat siap menerima makanan sesudah itu." ( Lihat Ath-Thibb an-Nabawy oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, hal. 309, cet. Maktabah Nizaar Musthafa al-Baz, th. 1418 H.)

4.menyegerakan sholat maghrib
Kondisi lapar dan haus kadang sering menyebabkan kita terlena dalam berbuka tanpa memperhatikan kewajiban sholat maghrib,untuk itu kita harus bisa mengatur waktu dan komposisi berbuka agar sholat magrib tidak jadi terlantar diakhir waktu.

5. Pahala Memberi Buka Orang Puasa
Bersemangatlan wahai saudaraku untuk memberi makan orang yang puasa karena pahalanya besar dan kebaikannya banyak. Nabi n bersabda:

Barangsiapa memberi buka kepada orang yang berpuasa, dia mendapatkan semisal pahala mereka, tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. (HR. Ahmad; Tirmidzi, Ibnu Majah; dan Ibnu Hibban; Lihat: Sifat Shoum Nabi, hal: 68)

semoga bermanfaat bagi kita semua.amin