Social Icons

Pages

Tuesday, June 11, 2013

Malam Nishfu Sya'ban



Di antara kita pasti sudah pernah mendengar tentang malam nisfu sya’ban atau malam pertengahan bulan sya’ban.banyak cerita tentang malam nisfhu sya’ban ini yang bertebaran di masyarakat Indonesia,serta cara menyambutnya juga macam macam.pada kesempatan postingan kali ini marilah kita mencari tahu tentang malam nishfu sa’ban.

Rasululloh صلى الله عليه و سلّم  bersabda:
(يَطَّلع الله إلى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا مشرك أو مشاحن )
“Allah melihat kepada makhluknya pada malam nishfu sya’ban, maka Allah mengampuni mereka semua kecuali orang yang musyrik dan musyaahin “.
 ( و في رواية: ( ينزل ربّنا تبارك و تعالى ليلة النصف من شعبان فيغفر لكلّ نفس إلا مشرك و مشاحن
Dalam riwayat yang lain:
“Allah -Tuhan kita- turun pada malam nishfu Sya’ban, seraya mengampuni semua jiwa kecuali yang musyrik dan musyaahin”.

Sehingga pada malam nisfhu sa’ban ini kita dianjukan untuk memperbanyak melakukan amalan ibadah sebagaimana 

hadits riwayat Aisyah r.a.
عن عائشة بنت أبي بكر قالت: «قام رسول الله من الليل يصلي، فأطال السجود حتى ظننت أنه قد قبض، فلما رأيت ذلك قمت حتى حركت إبهامه فتحرك فرجعت، فلما رفع إلي رأسه من السجود وفرغ من صلاته، قال: يا عائشة أظننت أن النبي قد خاس بك؟، قلت: لا والله يا رسول الله، ولكنني ظننت أنك قبضت لطول سجودك، فقال: أتدرين أي ليلة هذه؟ قلت: الله ورسوله أعلم، قال: هذه ليلة النصف من شعبان، إن الله عز وجل يطلع على عباده في ليلة النصف من شعبان، فيغفر للمستغفرين، ويرحم المسترحمين، ويؤخر أهل الحقد كما هم»

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, “Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira’), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?”Aku menjawab, “Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu malam apa ini?” Aku menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.”Beliau bersabda, “Ini adalah malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya’ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka.” (HR Al-Baihaqi)

Jelaslah sudah bahwa dimalam nisfu sya’ban kita dianjurka untuk memperbanyak amalan ibadah dengan ikhlas dan mutaba'ah seperti membaca alquran,berdzikir dan melakukan sholat malam,dan siangnya kita bisa melaksanakan puasa putih/ayamul baith  dari selama tiga hari .insyaallah kita akan menjadi orang yang diampuni di kasihi dan senantiasa di mulyakan Allah swt.didunia dan ahirat.amin.

Sunday, June 9, 2013

Amalan dan keutamaan di Bulan Sya'ban



Pintu menuju bulan ramadhan adalah bulan syaban,kata ini berarti dalam bahasa arab kata Syi'ab, yang artinya adalah jalan di atas gunung. Ada pula yang menamakan Sya'ban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasya'abun (berpencar) untuk mencari sumber air.
Dikatakan demikian juga karena mereka tasya'ub (berpisah-pisah/berpencar) di gua-gua.

Dan juga dikatakan sebagai Bulan Sya'ban juga karena bulan tersebut sya'aba (muncul) di antara dua bulan Rajab dan Ramadan.
Jamaknya adalah Sya'abanaat dan Sya'aabin.

Di bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, beristighfar, shalat tahajud dan witir, shalat dhuha, dan sedekah. Untuk mampu melakukan hal itu semua dengan ringan dan istiqamah, kita perlu banyak berlatih. Di sinilah bulan Sya’ban menempati posisi yang sangat urgen sebagai waktu yang tepat untuk berlatih membiasakan diri beramal sunah secara tertib dan kontinyu. Dengan latihan tersebut, di bulan Ramadhan kita akan terbiasa dan merasa ringan untuk mengerjakannya. Dengan demikian, tanaman iman dan amal shalih akan membuahkan takwa yang sebenarnya.

Abu Bakar Al-Balkhi berkata: “Bulan Rajab adalah bulan menanam. Bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman. Dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen hasil tanaman.”
Beliau juga berkata: “Bulan Rajab itu bagaikan angin. Bulan Sya’ban itu bagaikan awan. Dan bulan Ramadhan itu bagaikan hujan.”

Barangsiapa tidak menanam benih amal shalih di bulan Rajab dan tidak menyirami tanaman tersebut di bulan Sya’ban, bagaimana mungkin ia akan memanen buah takwa di bulan Ramadhan? Di bulan yang kebanyakan manusia lalai dari melakukan amal-amal kebajikan ini, sudah selayaknya bila kita tidak ikut-ikutan lalai. Bersegera menuju ampunan Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya adalah hal yang harus segera kita lakukan sebelum bulan suci Ramadhan benar-benar datang.

Rosulullah memperbanyak ibadah dibulan syaban diantaranya tertera didalam riwayat dibawah ini:
Suatu waktu sahabat Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu memperbanyak berpuasa  (selain Ramadhan) kecuali pada bulan Sya'ban? Rasulullah saw. menjawab: "Itu bulan dimana manusia banyak melupakannya, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu segala perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa". (HR. Abu Dawud dan Nasa'i).

Dalam Riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Sayyidatina Aisyah r.a. berkata: “Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan shaum selama satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat beliau memperbanyak shaum dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956).

Dilain tempat beliau (sayyidatina Aisyah r.a.) juga berkata: "Suatu malam Rasulullah saw. shalat, kemudian beliau bersujud panjang sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah saw. telah diambil. Karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah saw. selesai shalat beliau berkata: "Hai Aisyah engkau tidak dapat bagian?". Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah saw. telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. Beliau pun berkata: "Malam ini adalah malam nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hamba-Nya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki." (H.R. Baihaqi dari Ala’ bin Harits).

Jika kita cermati, beberapa riwayat diatas setidaknya memberikan penjelasan kepada kita akan keutamaan-keutamaan bulan Sya’ban. Dikatakan bahwa bulan Sya’ban ialah bulan dimana amal-amal perbuatan manusia diangkat ke hadirat Tuhan penguasa alam. Bulan Sya’ban juga merupakan bulan dimana Allah swt. -saat malam pertengahan bulan Sya’ban- mengawasi hamba-hamba-Nya (adakah diantara mereka yang mendirikan qiyamul lail  saat itu), memaafkan mereka yang memohon ampunan, mencurahkan kasih saying bagi mereka yang mengharapkannya dan menyingkirkan hamba-hamba-Nya yang bersifat pendengki.

Dengan sedikit informasi ini semoga akan menambah semangat kita untuk menjadi seorang muslim yang lebih kuat iman semakin bertakwa sehingga kita akan senantiasa mendapatkan keberkahan dan kasih sayang Allah swt amin.

Wednesday, June 5, 2013

Persiapan Menyambut Puasa Ramadhan



Seiring dengan terbitnya fajar dari ufuk, timur menandakan pergantian hari di mulai ,tentunya ucapan Alhamdulillah haruslah senantiasa kita ucapkan sebagai bukti syukur kita masih diberikan kesempatan menghirup udara dunia ini .kita telah sampai kepada akhir bulan Rajab dengan doa “Allahumma Bariklan firojaban wasa’bana wabalighna Ramadhanna” hati kita selalu berharap keberkahan dibulan Rajab,sya’ban dan disampaikan kebulan yang penuh mulia Bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keistimewaan dengan berbagai jenis keutamaan terdapat di bulan Ramadhan,dibulan ini kita sebagai umat yang beriman diwajibkan utuk melakukan ibadah puasa sebulan penuh, sebagaimana pula telah diwajibkan kepada umat sebelum kita,dengan tujuan Allah menginginkan kita menjadi hamba yang bertakwa.

Di kehidupan masyarakat sering kita memperhatikan ketika ada kunjungan presiden atau tokoh tokoh penting atau kedatangan orang perpengaruh lainnya,masyarakat hiruk pikuk menyiapkan persiapan dari mulai membersihkan jalan yang akan dilalui tamu tersebut mengecat pagar memasang bendera sepanjang jalan ,menyiapkan tarian sambutan ,pengamanan sampai lapis tiga dan juga hidangan makanan yang disiapakan dengan luar biasa ,tampaklah kegembiraan yang luar biasa mereka mnyabut seorang tamu tersebut ,demikian pula seharusnya untuk bulan Ramadhan kita Harus lebih dari itu semua karena sunnguh bulan ramdhan ini lebih istimewa karena jika kita mampu melakukan ibadah puasa dengan sempurna dan ibadah lainnya dengan baik kita Akan mendapatkan balasan Surga dari Allah swt.

Untuk itu perlu kita siapkan sebaik baiknya diri kita untuk menyambut bulan tersebut. Persiapan yang perlu kita lakukan diantaranya:

1.Persiapan Ruhaniyah
Kita siapkan rohani kita dengan senantiasa memperbaharui taubat kita,memperbanyak ibadah dibulan syaban baik itu puasa sunnah sebagai mana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memberi teladan dalam mengisi bulan Syaaban ini dengan banyak berpuasa. Isteri baginda, Aisyah radiallahuanha berkata:

"Aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa selain bulan Ramadan kecuali pada bulan Syaaban."
(Riwayat Bukhari)
Rasulullah memperbanyak puasa atau ibadah yang lainnya pada bulan ini kerana bulan Syaaban merupakan bulan diangkatnya catatan amal manusia.

“Pada bulan itu (Syaaban) perbuatan dan amal baik diangkat kepada Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.”
(Riwayat Abu Dawud dan Nasa-i)

2.Persiapan Fikriyah

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

"Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu" (QS. Muhammad [47]: 19
Dalam ayat ini, Allah memulai dengan ‘ilmuilah’ lalu mengatakan ‘mohonlah ampun’. Ilmuilah yang dimaksudkan adalah perintah untuk berilmu terlebih dahulu, sedangkan ‘mohonlah ampun’ adalah amalan. Ini pertanda bahwa ilmu hendaklah lebih dahulu sebelum amal perbuatan.

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berdalil dengan ayat ini untuk menunjukkan keutamaan ilmu. Hal ini sebagaimana dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Hilyah ketika menjelaskan biografi Sufyan dari jalur Ar Robi’ bin Nafi’ darinya, bahwa Sufyan membaca ayat ini, lalu mengatakan, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Allah memulai ayat ini dengan mengatakan ‘ilmuilah’, kemudian Allah memerintahkan untuk beramal?” (Fathul Bari, Ibnu Hajar, 1/108)

Agar ibadah kita sempurna tentunya kita harus tahu dulu tentang ibadah yang akan kita kerjakan .hal ini kita lakukan dengan menbekali diri kita dengan ilmu tentang puasa agar puasa kita benar sesuai dengan aturan dan syariat yang telah ditentukan.dengan memperbanyak membaca dan mengkaji tentang fikih puasa diharapkan kita akan lebih kusyu dalam menjalankan ibadah puasa nanti.

3.Persiapan fisik dan jasmani
Puasa selain ibadah ruhaniyah juga merupakan ibadah jasmani,kita harus menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga tenggelam matahari,kita siapkan jasmani kita untuk selalu sehat dengan melakukan riyadoh atau exercise.dan mengkomsusi makanan sehat seimbang dan senantiasa menjaga stamina tubuh sehingga kita tetap sehat sampai ramadhan ,saat puasa dan seterusnya.

4.persiapan Maliyah/finansial
Didalam bulan ramadhan seluruh amal akan dilipat gandakan pahalanya,untuk itu di anjurkan bagi kita untuk melakukan persiapan financial buat infak sedekah,amal jariah dan melakukan jamuan buka bersama .sungguh luar biasa kebaikan di bulan ramadhan ini,

“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna.  Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955)

5.kegembiraan
Kita sering menyaksikan dikampung kampung ketika menjelang puasa ramadhan datang orang orang sibuk membersihlan rumah dan halaman dengan mengecatnya ,dan juga para jamaah membersihkan masjid dan juga mengecatnya secara bersama sama nampak keceriaan menjemput tamu agung wajahnya berseri .itu terjadi dulu waktu kita tinggal dikampung sekarang semangat itu nampaknya semakin pudar digerus oleh jaman yang semakin sibuk dengan urusan dunia.  seharusnya kita memang bergembira sebagaimana sabda nabi

“Barangsiapa menyambut gembira datangnya bulan Ramadhan, maka jasadnya diharamkan masuk neraka,”

Kegembiraan yang dimaksud adalah mengisi berbagai kegiatan yang sesuai dengan syariat Islam. Bukan kegiatan pesta hura-hura. Kegiatan yang memenuhi syareat Islam itu, semata-mata untuk mencapai ridlo Allah, guna menggapai pahala-Nya. Siapa yang rajin beribadah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Demikian tadi beberapa ulasan tentang persiapan bulan ramadhan yang sebulan lagi akan segera tiba semoga kita bisa menjadi insan yang beruntung mendapatkan kemuliaan bulan ramadhan tahun ini dan mencapai tujuan puasa menjadi insane yang bertakwa.amin ya robbal alamin.

Thursday, May 30, 2013

Umar Bin Khattab




Kebesaran islam tidak lepas dari nama seorang Khalifah yang satu ini.namanya Umar Bin khatab Nama lengkap Umar bin Khattab adalah Umar bin Abdul Uzza. Dia dilahirkan setelah 13 tahun kelahiran Nabi Muhammad. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Quraisy.dia terkenal sangat pemberani gagah dan tegas,sebelum mendapatkan dia mendapat hidayah ia adalah merupakan musuh besar Rosulullah dan kaum muslimin dia tak segan segan membunuh bani ‘adi yang kedapatan masuk agama islam.pada saat itu musuh yang paling dominan adalah Umar dan Abu jahal.kedua orang ini selalu berusaha menghalang halangi dakwah islam  ,sehingga pada suatu saat rosulullah berdoa kepada Allah,” Ya Allah, kuatkanlah islam dengan masuknya salah satu dari dua Umar”. Yang dimaksud adalah Umar bin Khattab dan Umar bin Hasyim (Abu Jahal).

Pada suatu hari Umar Bin Khatab kebencian Umar kepada rosulullah memuncak dadanya bergemuruh dan hendak menyerang rosulullah akan tetapi ditengah perjalanan dia bertemu dengan Nu’aim Bin Abdullah dan dia mengabarkan kalau adiknya umar Yang bernama Fatimah bersama dengan suaminya Sa’id Bin Zaid telah beragama islam,Umar bagai kebakaran jenggot kemarahan yang luar biasa kepada adiknya dan dia bergegas menuju rumah adiknya kemudian ketika dia sampai Fatimah kedapatan sedang membaca alquran bersama suaminya dan  Khobbab bin al-Arott mendengar langkah umar khobabpun lari bersembunyi dan Umar pun langsung menampar suami adiknya setelah itu  berusaha meminta alquran itu dan adiknya menyuruh agar umar bersuci dulu,ketika dan umarpun membaca surat toha 1-8 dada umar bergetar dan berdetak kagum akan keindahan yang luar biasa dari bahasa alquran tersebut.
Mendengar perkataan tersebut sontak Al-Khobbab keluar dari sembunyinya kemudian berkata: “Demi Allah..wahai Umar, sungguh aku sangat berharap agar Allah menkhususkanmu dengan Dakwah Nabi-Nya… sungguh kemarin aku mendengar Nabi berdoa : “Ya Allah kokohkanlah islam dengan Abul Hakam atau Umar bin al-Khottob…”..”
“tujukan aku di mana Muhammad wahai Khobbab..!!” sahut umar ketika mendengar berita tersebut.
“beliau ada di sebuah rumah dekat shofa bersama beberap orang shabatnya” jawabnya.

Diambilnya pedangnya kemudian disimpangkannya, ia bergegas menuju tempat Rosulullah berada.
Sesampai disana diketuknya pintu keras-keras, berdirilah seorang sahabat untuk melihat dari sela-sela lubang pntu siapakah yang berada dibaliknya, terlihatlah seorang Umar dengan sebilah pedang yang diselendangnya.
Dengan ketakutan ia berkata: “wahai Rosul…itu adalah umar bersama pedangnya..!!!”
“ijinkan ia masuk…!!! Jika ia menginginkan kebaikan, kita akan berikan, dan jika menginginkan keburukan, kita bunuh ia dengan pedangnya sendiri…!!!” sela Hamzah dengan gagah berani.
“ijinkan ia masuk” jawab Rosulullah.

Masuklah Umar kedalam rumah, dan Rosulullah menemuinya di sebuah kamar, ia pegang ujung jubah umar keras-keras dan berkata: “apa yang membawamu sampai kesini wahai Ibnu al-Khotob..???..aku melihat engkau tidak akan berhenti sampai Allah menimpahkan kepadamu sesuatu/petaka yang besar..!!!”
Umar berkata: “wahai Rosulullah…aku datang kepadamu untuk beriman kepada Allah dan rosul-Nya…”
“Allahu Akbar..!!!!” takbir Rosulullah menggemai seisi rumah, menandai islamnya Umar……
Semenjak itu umar selalu bersama rosulullah membantu dakwah beliau dan selalu berusaha melindungi rosulullah.

Keutamaan Umar Bin Khotob

Sebagai serang shahabat nabi umar adalah sahabat yang pemberani tak kenal takut untuk urusan membela Allah dan rosulNya,iman tekah merasuk dalam jiwanya dia siap berkorban segalanya demi nama Allah dan kebesaran islam.pada suatau hari suatu hari, Umar datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam seraya mengatakan, “Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak meninggalkan satu majelis pun yang dahulu aku pernah duduk di majelis tersebut tatkala dalam kekufuran, kecuali aku umumkan keislamanku. Aku datangi perkumpulan-perkumpulan kaum musyrikin lalu aku umumkan bahwa aku bersaksi tidak ada ilah (sembahan) yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, hingga mereka mengeroyokku dan terjadi saling pukul antara aku dan mereka. Hingga, apabila jumlah mereka semakin bertambah banyak, datang seorang laki-laki melerainya.” Ditanyakan, “Siapakah laki-laki yang telah meleraimu dari keroyokan mereka?” Umar menjawab, “Dia adalah al-Ash bin Wa’il As-Sahmi.” (Shahih Sirah an-Nabawiyyah, Hal.193)
Kita semua pasti pernah mendengar tentang hijrah nabi dari mekah ke Madinah kaum muslimin mekahpun denga senang hati melaksanakan perintah nabi , sebagian kaum muslimin meninggalkan Mekah dengan sembunyi-sembunyi khawatir akan makar kafir Quraisy. Namun, Umar berangkat hijrah ke Madinah secara terang-terangan, dan bersamanya ada dua puluh sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kisah dia tas adalah salah satu adiantara banyak keistimewaan shahabat umar ini .Di antara keutamaan dan keistimewaan sahabat Umar yang lain adalah:

1.Umar Bin Khotob adalah salah satu yang di jamin masuk syurga

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tatkala aku tertidur, aku melihat diriku berada di surga, tiba-tiba aku melihat ada seorang wanita sedang berwudhu di samping sebuah istana. Aku menanyakan milik siapakah istana itu, lalu dikatakan, ‘Milik Umar.’ Maka aku melihat kecemburuan pada diri Umar hingga aku pun pergi meninggalkannya.” Kemudian Umar menangis seraya mengatakan, “Pantaskah aku cemburu kepadamu wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari, no.3070)

2. Beliau sering mencocoki kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beberapa kejadian

Umar adalah orang yang apabila melihat sesuatu di dalam mimpinya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat-Nya membenarkan apa yang ia lihat. Sahabat Umar pernah bercerita, “Aku mencocoki perkara Rabbku dalam tiga perkara: (yang pertama) yaitu tatkala aku mengatakan wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam hendaklah maqom Ibrahim itu dijadikan tempat shalat, maka turunlah ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِذْجَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
Dan jadikanlah sebahagian maqom Ibrahim sebagai tempat shalat.” (QS Al-Baqarah: 125)
Dan (yang kedua) tentang ayat hijab tatkala aku mengatakan: ‘Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam seandainya engkau perintah istri-istrimu memakai hijab, karena yang berbicara kepada mereka adalah orang yang baik maupun yang fajir’, maka turunlah ayat hijab. Dan (yang ketiga) para istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, mereka berkumpul karena saling cemburu kepada beliau, maka aku katakan kepada mereka (para istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam) semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menceraikan kalian dan menggantikan untuk nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam istri-istri yang lebih baik dari kalian, maka turunlah ayat semisal dengna itu.” (HR. Bukhari, no.393)

3.Beliau sering dipuji dan dido’akan kebaikan Rasululalh shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Seandainya ada nabi setelahku maka ia adalah Umar bin Khattab.” (HR. Tirmidzi, no.3686, lihat ash-Shahihah, no.327)
Beliau juga bersabda, “Sungguh ada dari umat-umat sebelum kalian muhaddatsun (orang-orang yang diberi ilham), dan apabila ada pada umatku ini maka ia adalah Umar.” (HR. Al-Bukhari, no.3486)

4. Beliau adalah orang yang ditakuti oleh setan.

Sa’ad bin Abi Waqqash pernah bercerita,Suatu hari Umar pernah meminta izin untuk masuk dan bertemu dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan di sisi belaiu ada para wanita Quraisy yang sedang berbicara dan mengangkat suara lebih tinggi dari suara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Umar meminta izin untuk masuk, maka segera para wanita itu buru-buru memasang hijab, setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberi izin maka masuklah Umar dan terlihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tertawa, maka Umar berkata, “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membuatmu tertawa, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam?” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Saya heran melihat tingkah para wanita itu, tatkala mereka mendengar suaramu lantas buru-buru mereka memasang hijab.” Maka Umar berkata, “Bahkan engkau lebih berhak untuk disegani oleh mereka, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu Umar mengatakan kepada para wanita tersebut, “Wahai para musuh jiwa-jiwa kalian, apakah kalian segan kepadaku sedangkan kalian tidak segan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam??!” Mereka menjawab, “Iya, karena engkau lebih keras dibandingkan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.” Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,  “Wahai Ibnul Khattab, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu dengannmu  di suatu jalan melainkan ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu.” (HR. Bukhari, no.3480)

Akhir Hayat sang Khalifah

Pada 23 Zulhijjah tahun 23 Hijrah Umar al Khattab dibunuh oleh Abu Lu’lu’ dalam masjid ketika menjadi imam sholat subuh. Setelah menikamnya sebanyak 6 kali maka Abu Lu’lu’ cuba melarikan diri namun dihadang oleh ahli jemaah yang berada dibelakang Umar al Khattab. Abu Lu’lu’ yang bersenjatakan pisau bermata dua sempat menikam 13 orang sebelum membunuh diri.

Dalam keadaan luka parah dan menahan kesakitan Umar al Khattab menyuruh Abdul Rahman Auf menjadi imam sembahyang. Selesai sembahyang baru mereka mendapatkan Umar al Khattab yang sedang terbaring berlumuran darah.

“Siapa yang menikamku?” tanya Umar al Khattab.

“Abu Lu’lu’ hamba Mughirah Syu’bah,” jawab Abdullah.

“Syukur kepada Allah kerana aku tidak dibunuh orang Islam,” ujar Umar al Khattab.

Datang seorang tabib cuba memberikan rawatan. Kemudian diberinya minum tetapi minuman itu keluar dari perutnya yang luka.

“Wahai Amirul Mukminin, sudah tiba masanya,” kata tabib itu.

Orang ramai menangis tetapi ditegah oleh Umar dengan berkata.
“Jangan kamu menangis. Nabi bersabda orang yang mati terazab dengan tangisan keluarganya.”

Kemudian Umar al Khattab memanggil anaknya Abdullah supaya menemui Aisyah isteri Rasulullah saw mohon kebenaran disemadikan bersebelahan dengan kubur baginda. Aisyah membenarkan dengan berkata . “Sebelum ini aku telah menyimpan tempat itu untuk aku tetapi hari ini aku menyerahkannya kepada Umar.”

“Wahai Amirul Mukminin, apakah tuan akan melantik Abdullah bin Umar sebagai pengganti?” tanya Al Mughirah.

“Demi Allah, aku haramkan keluarga dari jawatan ini…” jawab Umar al Khattab.
Kemudian Umar al Khattab menamakan 6 orang sebagai calon khalifah mereka ialah Uthman Affan, Ali bin Abi Talib, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdul Rahman bin Auf dan Sa’ad bin Abi Waqas. Mereka akan dipilih oleh ahli majlis syura.

Kemudian Umar al Khattab memberi wasiat kepada anaknya Abdullah bahawa beliau mempunyai hutang sebanyak 8 ribu dirham. “Jual semua hartaku untuk membayarnya. Jika tidak cukup kamu yang membayarkannya.”

Ali bin Abi Talib memandi dan mengkafankan Umar al Khattab. Kemudian beliau berkata. “Demi Allah, orang yang diselubungi kain kafan ini begitu cinta untuk menemui tuhannya.”

Jenazah Umar al Khattab disembahyangkan di masjid dengan Suhaib menjadi imamnya. Kemudian disemadikan bersebelahan dengan kubur Rasulullah saw dan Abu Bakar as Siddiq.

Orang yang turun ke liang lahad adalah Uthman Affan, Sa’id bin Zaid, Suhaib bin Sinan dan Abdullah bin Umar.

Umar bin khotob adalah sahabat yang berjuluk Al-faruq dia selalu terdepan dalam membedakan yang benar dan yang batil,kecintaanya kepada Allah ,Rosul,dan islam ini telah megharumkan namanya dalam sejarah yang akan dikenal sepanjang masa,dan dia dijamin menjadi hamba yang mendapatkan syurga.doa kami semua selalu untukmu wahai sang khalifah semoga rahmat Allah selalu menyertaimu.amin