Social Icons

Pages

Thursday, September 12, 2013

Cara menjadi Haji Mabrur



Kebahagian pasti sangat dirasakan bagi para jamaah calon haji yamg akan memenuhi panggilan sebagai tamu Allah.meneunaikan rukun islam yang kelima dan pastilah semua berharap bukan hanya berangkat haji dan pulang menyandang gelar haji tapi yang dinginkan bisa menjadi haji yang mabrur karena balasan haji mabrur ini tidak lain dan dan tidak bukan adalah surga. Rasul Saw bersabda : Haji mabrur tidak ada balasannya selain daripada surga. (HR. Ahmad, Turmuzi, Ibnu Majah). Kata mabrur seperti yang dikatakan oleh Ibnu Mandhur dalam lisan al Arab mengandung dua makna, Pertama mabrur berarti baik, dan kedua berarti suci dan bersih. Kata mabrur berasal dari bahasa Arab yaitu barra, yabirru, barran, yang berarti kebaikan yang banyak. Kata barrun juga dipakai untuk daratan yang luas yang berarti mengandung kebaikan yang cukup luas.

Kata burrun digunakan untuk makanan pokok yang berarti gandum, yang merupakan kebutuhan primer yang baik untuk kehidupan ketiga kata barrun, birrun, burrun, berasal dari akar kata yang sama yaitu barra.
Sebagian berpendapat bahwa haji mabrur adalah amalan haji yang tidak tercampur dengan perbuatan dosa (dan ini yang diunggulkan oleh Imam An-Nawawie), sebagian berpendapat bahwa ia adalah amalan haji yang diterima di sisi Allah, dan sebagiannya lagi berpendapat yaitu haji yang buahnya tampak pada pelakunya dengan indikasi keadaannya setelah berhaji jauh lebih baik sebelum ia berhaji.
seperti kita ketahui tak ada sesuatu yang akan kita dapatkan tanpa adanya usaha dan doa ,sama halnya untuk menjadi haji mabrur perlu adanya cara dan langkah yang harus kita kerjakan ,di antara kunci sukses menjadi Haji mabrur adalah.

1.Memantapkan niat dengan ikhas
Segala sesuatu tentunya di barengi dengant adanya niat, dan niat ikhas menjadi kunci yang pertama melaksanakan ibadah haji hanya semata mata karena Allah,bukan karena ingin mendapat gelar haji yang akan di hormati dan disanjung sanjung dimasyarakat,tetapi hanya karena ingin mulia disisi Allah.hal ini dikuatkan lagi dengan merenungi ayat yang berupa perintah haji di awali dengan “Lillah”(karena Allah), Seperti di dalam Alquran surah Ali Imran ayat 97 : Walillahi alannasi Hijjul baiti manistatho’a ilaihi sabila (Dan karena Allah kewajiban haji itu dilaksanakan oleh manusia, bagi yang menyanggupinya.

2.Melaksanakan Haji sesuai Dengan tuntunan Rosululloh
Ilmu menjadi syarat yang harus dipelajari sebelum melakukan amal ibadah,mempelajari bagaimana cara manasik haji yang benar menjadi wajib bagi orang yang mau melakukan haji,dari mulai syarat,rukun dan hala hal yang membatalkan haji,dan segala sesuatu yang berhubungan dengan haji. Penting bagi jamaah mempelajari manasik haji yag dilakukan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana sadanya: “Hendaklah kamu mengambil manasik hajimu dari aku.” (HR. Muslim).

3.Berangkat haji dengan harta yang halal
Haji merupakan bagian dari jihad jiwa dan harta ,maka uang yang kita pakai buat haji haruslah bersih dari hak orang lain,hutang ataupun uang hasil korupsi,judi atau sengketa dan lainnya yang berasal dari hal yang tidak halal, Di dalam hadis yang shahih dijelaskan bahwa di saat orang yang haji dengan harta yang haram meneriakkan labbaikallahumma labbaik/aku datang memenuhi panggilan-Mu, Allah menjawab : Tidak ada sambutan untukmu, tidak ada kemuliaan untukmu, hajimu dikembalikan kepadamu, pulanglah ke tanah airmu membawa dosa dan tanpa pahala.

4.Memperbanyak Taubat
 Melaksanakan haji dengan menempuh perjalanan ribuan kilometer, selain menghabiskan biaya, tentu juga menguras fisik dan tenaga. Bahkan tidak menutup kemungkinan orang yang berhaji tidak mampu lagi kembali ke tengah-tengah keluarga, karena Allah mewafatkan mereka disana. Oleh karenanya, mereka yang berhaji perlu senantiasa memperbarui taubat kepada Allah akan berbagai kezhaliman yang telah dilakukan. Jika kezhaliman tersebut terkait dengan orang lain, maka hendaklah dia segera meminta maaf kepada pihak yang dia zhalimi.

5.Menjauhi segala perbuatan maksiat dan hal hal yang di haramkan ketika berhaji
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji pada (bulan-bulan) itu, maka janganlah ia berbuat rafats, berbuat fasik, dan jidal dalam (melakukan ibadah) haji…” (QS. Al-Baqarah: 197)”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barang siapa berhaji sedangkan dia tidak melakukan rafats dan berbuat fasik, maka dia kembali seperti hari dia dilahirkan ibunya” [HR. Bukhari].

Syeikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “Orang yang mengerjakan haji hendaklah menjauhi rafats yaitu jima’ serta semua sebab dan motif yang mendorong untuk melakukannya, menjauhi tindakan fasik baik dalam bentuk kata-kata yang diharamkan seperti ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba) atau dusta, maupun berupa perbuatan yang diharamkan seperti memandang wanita yang bukan mahramnya dan lain sebagainya. Adapun jidal yaitu bertengkar dan berdebat dengan orang lain ketika menunaikan ibadah haji. Hal ini akan banyak mengurangi pahala haji, kecuali berdebat untuk mencari kebenaran dan menjauhi kebatilan, maka ini hukumnya wajib.” (Syarah Riyadhus Shalihin 3/747).
Demikian diantara kiat untuk mencapai haji yang mabrur ,semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua.amin

Sunday, September 8, 2013

keutamaan ibadah Haji



Diantara limpahan rahmat Allah kepada hambanya adalah diberikannya rejeki yang banyak baik berupa harta kekayaan dan juga kesehatan.bagi siapa saja yang mendapatkannya hendaknya bersyukur kepada Allah SWT .sebagaimana kita ketahui rukun islam yang ke 5 yaitu Haji adalah merupakan sebuah kewajiban bagi seorang muslim yang sudah mampu melaksanakannya.yang dianggap mampu mempunyai pengertian mampu dari segi financial,kesehatan,dan kondisi keamanan.

Ibadah haji akan memberikan banyak pelajaran bagi prang yang mengerjakanya karena didalam manasik haji yang dikerjakan mempunyai banyak fadhilah dan keutamaan,tak heran dinegara kita yang penduduknya semakin sejahtera ibadah haji semakin tambah tahun semakin banyak kaum muslimin yang mendaftar haji hal ini menyebabkan kita harus bersabar menunggu bertahun tahun karena adaya keterbatasan kuota haji dari Negara Saudi.

Pada postingan kali ini akan memberikan beberapa fadhilah dan keutamaan ibadah haji dengan harapan bisa memberikan motivasi dan dorongan bagi para jamaah haji yang akan berangkat ditahun ini agar bersungguh sungguh dalam melaksanakan haji sehingga bisa menjadi haji mabrur dan sekaligus penulis berharap tulisan ini semakin memberikan semangat bagi kaum muslimim yang belum bisa berangkat agar semakin giat menabung agar impian menjadi haji bisa secepatnya terwujud.diantara keutamaan ibadah haji adalah sebagai berikut:

1.Ibadah Haji adalah amalan yang paling Afdhol
Pekerjaan ibadah kita sehari hari akan menjadi bekal di hari kelak nanti,agar kita menjadi orang yang selamt dunia akhirat,dan diantara amalan tersebut terdapat amalan yang paling afdhol yaitu haji sebagaimana hadist dibawah ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
 “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

2.Ibadah haji menjauhkan kefakiran dan menjadi penghapus dosa
Sebagai manusia kita pasti menginginkan jauh dari kefakiran dan berharap diberi kecukupan baik jasmani maupun rohani.sehingga kita terkadang untuk menjauhkan diri dari semua itu selalu kerja keras untuk mendapatkan yang kita inginkan dalam proses mendapatkan itu semua tak jarang kita melakukan maksiat baik kepada sesame ataupun kepada Allah yang berakibat dosa bagi pelakunya ,insyaallah dengan haji kefakiran akan jauh dari kita dan dosa bisa terampuni, Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

3.melaksanakan haji termasuk kategori  jihad
Seorang muslim jika melaksanakan ibadah haji, maka dia telah masuk dalam katagori jihad. Sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anh  bahwa beliau bertanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam:
هَلْ عَلَى المَرْأةِ مِنْ جِهَادٍ, فَقَالَ عَلَيْكُنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيْهِ الْحَجُّ
“Apakah wanita itu wajib berjihad? Maka beliau bersabda: “ Kalian  wajib berjihad yang tidak pakai perang, yaitu haji.”

4.Doa orang yang berhaji akan terkabul
 Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ
Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

5.Pahala terbesar bagi haji mabrur adalah surga.
Sesungguhnya haji merupakan jalan menuju syurga dan membebaskan diri dari api neraka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda :

اَلْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ اِلاَّ الْجَنَّةَ

“ Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali syurga. “ (HR. Bukhari dan Muslim)
Begitu luar biasa pahala dari berhaji. Semoga kita pun termasuk orang-orang yang dimudahkan oleh Allah untuk menjadi tamu-Nya di rumah-Nya. Semoga kita dapat mempersiapkan ibadah tersebut dengan kematangan, fisik yang kuat, dan rizki yang halal.

Thursday, July 18, 2013

Hikmah Nuzulul Quran



Allah menciptakan manusia didunia sebagai seorang khalifah,diantara mereka ada yang terpilih menjadi nabi dan rosul,mereka bertugas mengajak manusia untuk senantiasa berada dijalan Allah.untuk itu Allah menurunkan beberapa kitab suci ataupun wahyu kepada para rosulNya,Zabur diturunkan kepada Daud AS,Taurat diturunkan Kepada Musa AS,Injil kepada Isa AS Dan Alquran di turunkan kepada penutup para nabi yaitu Muhammad SAW sebagai mukjizat yang paling agung.sebagai petunjuk jalan yang lurus dan penerang untuk menjalani kehidupan didunia dan bekal untuk diakhirat.

Peristiwa diturunkannya alquran lebih kita kenal dengan Nuzulul Quran yang sering diperingati pada tanggal 17 ramadhan.hal ini mengacu kepada peristiwa kali pertama rosululloh menerima wahyu di dua Hira.walau masih ada beberapa ulama lain yang mengatakan bahwa nuzulul quran jatuh pada tanggal 21 ramadhan.
Alquran diturunkan secara bertahap,Al-quran diturunkan dari lauhil mahfudz kelangit dunia diturunkan sekaligus 30 juz berdasar kepada kata Anzala sebagaimana tersirat dalam ayat berikut ini.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * - الدخان : 3 –
Sesumgguhmya Kami menurunkan ( Al-Qur’an ) pada malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan “.( QS. Al-Dhukhan : 3 )
Firman Allah SWTSurat Al-Baqarah : 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ * - البقرة : 185 -
“ Bulan Ramadhan bulan yang didalmnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil “ ( QS. Al-Basqarah : 185 ).

sedangkan dari langit bumi kepada Nabi Muhammad diturunkan secara berangsur angsur atau surat persurat berdasar pada kata nazala
Firman Allah SWT surat al-Isra’ : 106
وَقُرْءَانًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا * – الإسراء : 106_
Dan Al-Qur’an telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur, agar kamu membacanya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian-demi bagian . “ ( QS. Al-Isra’ : 106 ).
Dan Firman Allah SWT surat Al-Furqan : 32
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا * – الفرقان : 32 –
Berkatalah orang-orang kafir : “ mengapa Al-Qur’an tidak dirunkan kepadanya sekali turun saja ? Demikian supaya Kami perkuat hatimu dengannya, dan Kami membacakannya kelompk demi kelompok “. ( QS. Al-Furqon : 32 ).
dengan tujuan untuk menguatkan hati rosululloh,mengikuti kejadian kejadian ataupun peristiwa sampai allah menyempurnakan agama ini dan mencukupi nikmat nikmatnya.
Alquran adalah Kalammullah yang dengannya kita bertilawah.tilawah ini mengandung unsur ungkapan seorang hamba kepada Allah dan ungkapan Allah kepada hambanya,hal ini merupakan salah satu komunikasi yang sangat kuat.hal ini bisa di jadikan indikasi seberapa besar hubungan Allah dengan kita sebagaimana ungkapan Ibnu Qoyim  “Jika kamu ingin mengetahui cinta Allah kepadamu dan kepada selainmu,maka,pertama,lihatlah volume cintamu kepada kalamNya Yaitu alquran di hatimu,kedua,seberapa besar volume kenikmatanmu dan keasyikanmu ketika mendengar lantunan Firman Nya.sudahkah keasyikan para pecandu music dan nyanyian tatkala diperdengarkan?sesungguhnya merupakan hal yang wajar,bahwa barang siapa yang mencintai seorang kekasih maka suara dan pembicaraan kekasihnya adalah sesuatu yang sangat dicintainya” (Al-Fikr At=Tarbawi ‘Inda Ibnil Al-Qoyyim)

Untuk itu alquran harus kita jaga dan dirawat,kita pelajari dengan sungguh sungguh diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan dan sekaligus kita wariskan kepada anak keturunan kita,dan di ajarkan kepada yang lain, hal ini pastilah butuh perjuangan dan pengorbanan yang harus kita yakini pasti ada imbalan yang luar biasa didalamnya berupa pahala dari Allah SWT.

Membaca alquran adalah ibadah,yang akan memberikan keutamaan dan fadhilah bagi kita diantaranya adalah :

1.orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat nantinya berdasarkan sabda Rasulullah saw bersabda: ”Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (H. R. Muslim). Tentunya tidak hanya sekedar membaca, juga mengamalkannya. Namun demikian, tanpa membaca al-Qur’an maka tidak mungkin kita mengamalkannya. Selain Rasulllah saw, tidak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepada seseorang pada hari hisab, kecuali al-Qur’an yang dibaca selama ia hidup di dunia.

2.Rasulullah saw menegaskan bahwa orang yang terbaik di antara manusia adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sesuai dengan sabdanya, ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (H.R. Bukhari). Oleh karena itu, orang yang terbaik di dunia ini bukanlah orang yang punya memiliki harta yang melimpah, jabatan maupun pangkat yang tinggi. Namun, disisi Allah Swt orang terbaik itu adalah orang yang mau belajar al-Qur’an dan mengajarkan kepada orang lain.

3.orang yang membaca dan mendengar Al-Qur’an akan mendapatkan sakinah, rahmah, doa malaikat dan pujian dari Allah. Nabi saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim).
Pada kesempatan bulan ramadhan ini marilah kita manfaatkan dengan bertilawah mngkaji dan mentadaburi alquran sehingga akan bermanfaat bagi kita didunia dan akhirat.semoga bermanfaat.

Sunday, July 14, 2013

Rahasia Kemuliaan Malam Lailatul Qadar



Allah telah memberikan kebaikan kepada seluruh ciptaannya diantaranya .sebagaima allah menciptakan malam dan siang .Allah memuliakan siang 10 hari diawal bulan dzulhijah dan memuliakan 10 malam terakhir dibulan ramadhan.apakah yang gerangan yang terjadi diakhir bulan ramadhan ? tentunya kita tahu karna pada 10 malam terakhir dibulan ramadhan terdapat satu malam yang mempunyai kemuliaan lebih dari 1000 bulan yaitu malam lailatul qadar.
Malam itu adalah malam dimana Alquran sebagai panutan umat manusia diturunkan, Ibnu ‘Abbas dan selainnya mengatakan, “Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” ( tafsirAl Qur’an Al ‘Azhim, 14: 403).
Malam lailatul qadar menjadi lautan berkah bagi yang mendapatkannya .maka berlombalah untuk bertemu dengan malam lailatul qadr ,Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3).
Pada malam itu dunia tersa sempit dipenuhi oleh para malaikat dan juga Malaikat jibril sebagaimana firman Allah Keistimewaan Lailatul Qadar ditandai pula dengan turunnya malaikat. Allah Ta’ala berfirman,
 Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (QS. Al Qadar: 4)
Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Karena sekali lagi, turunnya malaikat menandakan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membacakan Al Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis dzikir -yaitu majelis ilmu-. Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407)
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4).
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki. Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhahhak dan ulama salaf lainnya.
Namun perlu dicatat -sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah­ dalam Syarh Muslim (8: 57)- bahwa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Takdir ini nantinya akan ditampakkan pada malikat dan ia akan mengetahui yang akan terjadi, lalu ia akan melakukan tugas yang diperintahkan untuknya.
Allah memberikan keselamatan pada malam itu hingga terbit fajar ,dan juga memberikan ampunan bagi siapa yang melakukan sholat dimalam lailatul qadr sebagaimana hadist berikut
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)
Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan bahwa yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya’. (Fathul Bari, 4: 251)
Ya Allah, mudahkanlah kami meraih keistimewaan Lailatul Qadar dengan bisa mengisi hari-hari terakhir kami di bulan Ramadhan dengan amalan shalih.
Aamin Yaa Mujibas Saa-ilin.